KIAMAT TELAH DIMULAI

Stasiun Sudirman penuh sesak. KRL dari Bogor baru tiba, dan penumpang tumpah ke peron seperti air yang meluap dari ember. Di gerbong tiga, seorang pria berseragam ojol tiba-tiba menggigit bahu penumpang di sebelahnya. Orang-orang mengira itu keributan biasa, mungkin copet yang tertangkap, mungkin penumpang yang kepanasan. Petugas keamanan berlari dengan peluit di mulut. Peluit itu tidak pernah berbunyi untuk kedua kalinya. Dalam empat menit, peron satu dan dua sudah tidak bisa dibedakan antara yang menunggu kereta dan yang menunggu korban.

Di permukaan, orang-orang di trotoar Jalan Sudirman masih sibuk dengan layar ponsel mereka. Sebuah video muncul di TikTok, durasi dua belas detik. Seorang ibu-ibu berkerudung sedang memukul seseorang dengan payung lipat di depan Bakmi GM Sudirman, tapi yang dipukulnya tidak jatuh-jatuh. Caption-nya, ibu-ibu Jakarta emang beda. Tiga juta views dalam delapan menit. Kolom komentar penuh emoji tertawa. Yang di video sudah tidak tertawa lagi.

Pukul 18.47, Gubernur mengadakan konferensi pers darurat di Balai Kota. Situasi terkendali, ini hanya tawuran yang meluas, warga diminta tetap tenang. Pukul 19.15, Balai Kota gelap. Pukul 20.02, nomor 112 hanya menjawab dengan nada sibuk. Twitter resmi Pemprov DKI masih membahas program normalisasi sungai.

Jakarta tidak bisa ditutup. Tujuh belas juta orang tersebar di kota yang dibangun di atas rawa. Jalan-jalannya macet dalam keadaan normal, apalagi dalam keadaan panik. Jika Anda memblokir Jalan Thamrin, mereka akan mengalir lewat gang-gang sempit Tanah Abang. Jika Anda menutup tol dalam kota, ojek-ojek akan menembus jalan tikus yang tidak ada di Google Maps. Banjir saja tidak bisa menghentikan Jakarta bergerak. Apalagi zombie.

Kota Tua jatuh pertama. Gang-gang sempit peninggalan Belanda yang romantis di Instagram berubah menjadi lorong-lorong tanpa jalan keluar. Museum Fatahillah yang megah menjadi jebakan bagi para wisatawan yang berlari masuk mencari perlindungan. Pintu-pintunya kokoh, tapi jendela-jendelanya tidak. Cafe Batavia, yang sudah berdiri sejak zaman kolonial, akhirnya tutup untuk selamanya.

Tanah Abang, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara, berubah menjadi labirin kematian. Para pedagang yang terbiasa berteriak menawarkan dagangan kini berteriak untuk hal yang berbeda. Kain-kain bermeter-meter menjadi jerat bagi yang berlari. Beberapa pedagang dari lantai tiga melempar gulungan kain ke bawah, mencoba membuat barikade. Itu menahan mereka selama sebelas menit.

Di Menteng, rumah-rumah besar pejabat memiliki pagar tinggi dan satpam bersenjata. Satpam-satpam itu berdiri tegak selama tiga puluh menit. Lalu pagar-pagar itu hanya menjadi penghalang bagi yang mencoba melarikan diri dari dalam. Di Kemang, para ekspatriat mengunci diri di rooftop bar. Mereka minum Bintang terakhir mereka sambil menonton kota runtuh dari atas. Bir-nya habis lebih cepat dari harapan mereka.

Bundaran HI menjadi arena. Patung Selamat Datang masih mengangkat tangannya tinggi-tinggi, menyambut tamu yang tidak pernah diundang. Air mancur masih menyala, cahayanya memantul di genangan yang bukan air. Di sekeliling bundaran, bus Transjakarta berhenti satu per satu, penumpangnya keluar, tapi bukan untuk transit.

Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, menjadi benteng terakhir bagi ribuan orang. Kubahnya yang megah menaungi doa-doa yang semakin lirih. Di seberang jalan, Katedral Jakarta sama sunyi. Dua rumah ibadah yang selalu berdampingan, kini berdampingan dalam keheningan yang sama.

Monas masih berdiri. Obor emasnya masih berkilau di puncak, menerangi kota yang sudah mati. Tugu 132 meter yang dibangun untuk menandai kemerdekaan, kini menandai sesuatu yang lain. Di dasarnya, di ruang diorama, sejarah Indonesia masih terputar dalam kegelapan, diceritakan kepada ruangan yang kosong.

Jakarta tidak pernah tidur, kata orang. Malam ini Jakarta tidak tidur. Jakarta hanya diam. Tujuh belas juta mulut terbuka. Untuk menggigit.

7 peran. 28 hari. Tanpa toleransi kesalahan.

  • 👑
    Pemimpin
  • 🏃
    Pengintai
  • 🛡️
    Tank
  • 💉
    Medis
  • 🍳
    Juru masak
  • 🔧
    Ahli teknik
  • 💀
    Umpan